Hihihi, lanjutdah, indeed If we talk about our heart, that's never stop, thanks for the six words, I thinks it's nice words 👍😊 follow my blog yaa wkwkwk
Naah, ketemu lagi di bagian kedua cerita perjalanan saya ke Banjarbaru Kalimantan Selatan. Mungkin kalian semua ingin tahu beberapa hal dari perjalanan ini. Naik apa kami kesana, Berapa lama waktunya, dan ngapaen aja disana. Nah di bagian kedua ini akan saya ceritakan awal perjalanan kami sejak mula berangkat. Berkunjung ke Kalimantan Selatan sebenarnya bukan hal yang baru buat diri saya. Sebelumnya saya sudah pernah beberapa kali berkunjung karena ada urusan keluarga dan dinas dari kantor. Namun perjalanan yang sudah sangat lama itu membuat saya rindu akan tanah Banjar. Bertepatan dengan bulan Maulid penanggalan Arab, saya memang berniat hendak berkunjung kesana, dibarengi kegiatan ini lalu kemudian saya turutkan saja. Perjalanan yang sangat “tiba-tiba” ini, sangat berkesan bagi saya. Berangkat dari Samarinda, ke terminal di Samarinda Seberang untuk mencari tiket Bis menuju Banjar. Karena ketidaktahuan kami, proses dalam memesan tiket keberangkatan lumayan sangat ribet (yang ...
“Mba Firaa, ayo bangun.!! Jam berapa lagi mau bangun coba.” Nyanyian Ayah setiap pagi seperti pertunjukan konser di lapangan. Aku hanya bisa menutup kedua telinga dengan guling dan membenamkan diriku di dalam selimut tebal. Tak berapa lama kemudian. Byuuuurrr. Kena telak!! Basah semua. Bisa dibayangkan sendiri, siraman air segayung mengguyur tubuh. Menggigil. “Ayaah, kenapa Fira disiram lagi. Sprei kemarin saja belum kering karena ayah siram.” Wajahku jelek sekali pagi itu. Cemberut dan kalian mau tahu, ayah hanya tertawa dan senyum sumringah tampak jelas diwajahnya. “Hehehe, makanya kalau ayah panggil dijawab, jangan justru menutup telingamu dengan bantal dan sembunyi dibalik selimut. Jadi basah kan, hihihi.” Ayah seolah menjadi pemenang. Seperti seseorang yang berhasil memenangkan permainan games milik Dodi. Aku masih mendengar jelas tawa yang keluar dari mulutnya. Terbahak-bahak. Tak hanya tawa ayah, dibelakangnya menyusul tawa bunda dan Bang Dodi. Aaah, aku seperti jad...
Tanpa terasa, Ramadan dan Cerita sudah melaksanakan puasa mereka selama empat hari. Meskipun mereka baru dalam tahap menahan lapar dan haus, namun sampai hari keempat apakah keduanya masih terlihat semangat? Yuk kita cek mereka berdua. Ramadan meski berpuasa, masih saja aktif kesana kemari. Berbeda dengan adiknya, Cerita belum terlihat semangat seperti Ramadan. Seperti sore ini, dia terlihat berfikir sesuatu yang sangat berat. Ramadan abangnya tentu penasaran dong. "Kamu kenapa Cerita? Kok keliatannya gak bersemangat kayak kemarin sih?", tanya Ramadan. "Mikirin apa toh dek?" tanya Ramadan "Cerita hanya berfikir bang, kenapa ya kita harus berpuasa, padahal kita masih kecil?", Cerita memang anak yang cerdasnya di atas rata-rata anak seusianya. "Kalau kata nenek, puasa itu kewajiban umat muslim. Meski kita masih kecil, harus belajar puasa. Kamu tahu gak kalau bukan hanya manusia saja yang berpuasa dek, hewan juga loh", Ramadan mengajak Cerita untuk ...
Dont disappear before my feeling end
BalasHapusHalah pengen lanjutin 😂
Hihihi, lanjutdah, indeed If we talk about our heart, that's never stop, thanks for the six words, I thinks it's nice words 👍😊 follow my blog yaa wkwkwk
BalasHapus