Postingan

#27# MENCIPTA PUISI

Mencipta puisi buat Mu,   berasa deru riak yang menghancurkan kesunyian jeram. Silakan kau cari maknanya di tiap tepi bebatuan Yang pada mereka telah ku titipkan segenggam ikhlas, Karena menyediakan waktu mendengar keluhku.. Terkadang, setiap kita akan dengan sangat mudah mengutarakan apa yang dirasakan terhadap keberadaan Tuhannya, namun terkadang ada pula tiap jiwa merasa menjadi sangat kesulitan menghadirkan "wujud" sang Tuhan. Begitulah memaknai keberadaan Mu.... 

#26# YANG INGIN DISAMPAIKAN LEWAT BARA

Apa yang sebenarnya ingin Kau sampaikan lewat bara?? Amarah Mu yang tumpah, ataukah cinta yang Kau kemas lewat duka?? Barangkali abunya akan jadi sebongkah janji, Saat runduk hatimu memungut keping-keping kesombongan, Dan merangkainya lewat pertobatan.. Mungkin kita perlu membaca, pesan indah yang Kau kemas dalam bara Adakah kufur, ataukah syukur yang tertinggal saat kau tersungkur!!! Memori musibah kebakaran di pasar Yamaker, Nunukan

#25# WANITA PENGHULU SYURGA

Gambar
Ketika senyum dan sedih datang bersamaan pada wajah seorang wanita mulia,  yang ayahanda-nya sedang bersiap menuju Rabb-nya,  sedihnya bermakna, senyumnya pun serupa... Muncul 1000 tanya yang menyaksikan,  entah apa gerangan yang dibisikkan,  sedih karena ayah akan meninggalkannya,  tersungging senyum karena ia lah yang pertama berjumpa di Syurga... Kebosanan saat di RS dalam perawatan, membuat keinginan menulis sajak, seorang wanita yang salah satu dari 4 wanita penghulu syurga, Fatimah Az Zahra, putri kesayangan Rasulullah

#24# PESAN LEWAT BUSUR PANAH

Gambar
Katakan pada anak panah yang melesat,  ada pesan yang ingin aku sampaikan  dan akan kau baca saat anak panah tepat sasaran,  ada sepenggal rindu yang diantar lewat busur panah mu Nb. "Ajarkanlah pada anakmu, berenang, berkuda dan memanah" (Al Hadits)

#23# SAJAK 3 (TIGA) MASA

Gambar
Kalau Ternyata pagi hadir cuma untuk setangkup embun, Siang untuk sesosok bayang, dan sore untuk pulang ke peraduan,  Maka kurasa malam itu hadir, hanya untuk kasur  yang menari riang gemirang Pernah mendengar sebuah kisah tentang:  1. Abdullah bin Zubair yang sangat terkenal dengan sholat malamnya, hingga beliau pun diberi julukan si merpati mesjid. Diriwayatkan dalam Muslim bin Yannaq, bahwa ketika ia sedang melaksanakan sholat, ia laksana sebatang tongkat. 2. Abdullah bin Mas'ud. beliau pernah berkata seyogyanya seorang hafidz tidak meninggalkan sholat malamya, puasanya dan meninggalkan kesombongannya. 3. Fatimah Az zahra. Salah seorang wanita penghulu syurga yang mengerjakan sholat dimalam hari hingga bengkak kakinya seperti kaki sang Ayahanda.  Dalam sebuah ayat, Allah SWT berfirman " Sesungguhnya orang yang benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersuju...

#22# JIWA-JIWA DALAM PUSARA

Gambar
Benny Pic Collection Beberapa hari yang lalu dihadiahi sebuah gambar dari Bang Benny, waktu saya tanyakan ternyata adalah gambar sebuah Taman Makam Pahlawan di daerah Jombang Jawa Timur.  Apakah akan tercipta sebuah puisi katanya... saya bilang someday...  kiki emotikon dan sekarang saya persembahkan untuk beliau..  pesannya sering-sering tag gambar atau foto yang keren yaa.. hohoho..  Kullu Nafsin dzaiqotul Maut.. setiap yang bernyawa akan merasakan mati.. Ada yang ingin aku ceritakan Tentang jiwa-jiwa dalam pusara Sesaat sebelun kaku,  dan jalan taubat yang masih berlaku Ada yang ingin aku tanyakan Tentang jiwa-jiwa dalam pusara Seberapa banyak amal t'lah dibuat Seberapa panjang 2 malaikat telah mencatat Ada yang ingin aku utarakan Tentang jiwa-jiwa dalam pusara Apakah jasad t'lah membusuk Ataukah terjaga dan tak menjadi buruk @BENNY'S PIC COLLECTION

#21# SETIAKAH DENGAN SEGELAS KOPI??

Masih setiakah dengan segelas kopi?? Ah.. aku ingin berpaling saja pada segelas susu Yang membawaku pada manis yang baru, Selamat tinggal pahit.. Nah.. segelas kopiku tumpah Getirnya hilang, pergi bersama masa lalu.. Hitamnya yang pekat menjadikanku kuat, Mengejar asa tanpa meratap, Mengarungi gelap dengan semangat.. Tajam getirnya menyanyat lidah, mengiris mesra dalam rasa nikmat, Mengusir kefanaan dan mengajarkan hakikat.. Dimana lagi hikmahnya kutemukan, Kalau bukan dalam cangkir yang kau pecahkan.. Nb. Sebuah puisi hasil kolaborasi dengan seseorang yang saya rasa juga penggemar kopi, silakan dinikmati nikmatnya kopi dalam "sajian" berbeda.